Home > Tarawih
Tarawih Harus 4-4-3

Tarawih Harus 4-4-3?

Menyatakan suatu ibadah terbatas pada satu kaifiyyat harus didasarkan pada dalil. Jika tidak ada dalil yang membatasi, maka jangan disimpulkan terbatas dengan membid’ahkan kaifiyyat lainnya. Lebih jelasnya bisa disimak dua hadits berikut. عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَجُلاً جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ  وَهُوَ يَخْطُبُ فَقَالَ كَيْفَ صَلَاةُ اللَّيْلِ فَقَالَ مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خَشِيتَ

Read More

Tarawih Bukan 4-4-3 Saja

Menjadikan hadits ‘Aisyah sebagai satu-satunya dalil untuk shalat Tarawih Rasulullah saw sangat riskan karena tidak ditemukan seorang ulama salaf atau madzhab pun yang menjelaskan demikian. ‘Aisyah sendiri jelas memberikan jawaban “baik di bulan Ramadlan atau di luar Ramadlan”, artinya ia tidak sedang menjelaskan shalat Tarawih secara khusus, melainkan shalat malam

Read More
Tadarus vs Tarawih

Tadarus vs Tarawih

Dasar argumentasinya, tadarus al-Qur`an rutin dilaksanakan Nabi saw setiap malam Ramadlan selama sebulan penuh. Sementara tarawih berjama’ah, Nabi saw tidak pernah menyelenggarakannya, melainkan hanya kebetulan saja ada para shahabat yang ikut berjama’ah pada shalat malam yang sedang Nabi saw lakukan, itu pun di pertengahan malam (jaufil-lail). Kejadian tarawih berjama’ah secara

Read More