Home > Konsultasi Islam > Shalat > Shalat Syukur

Shalat Syukur

Shalat Syukur

Bismillah Ustadz. Apakah ada yang dinamakan shalat syukur? Jika ada bagaimana kaifiyyatnya? Haturnuhun Ustadz. Jazakumullah khairan katsiran. 08212847xxxx

Setelah menelusuri kitab-kitab fiqih, istilah shalat syukur kami temukan dalam dua kitab. Pertama, al-Jami’ li Ahkamis-Shalat yang ditulis oleh Mahmud ‘Abdul-Lathif ‘Uwaidlah, terbitan Yordania tahun 2001. Dalam kitab ini dijelaskan bahwa shalat syukur adalah shalat dua raka’at ketika mendapatkan nikmat. Selain sujud syukur, disyari’atkan juga shalat syukur. Dalilnya hadits ‘Abdullah ibn Abi Aufa riwayat al-Bazzar sebagai berikut:

إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ حِينَ بُشِّرَ بِالْفَتْحِ، وَحِينَ بُشِّرَ بِرَأْسِ أَبِي جَهْلٍ

Sungguh Rasulullah saw shalat dua raka’at ketika diberi kabar gembira kemenangan perang dan terpenggalnya kepala Abu Jahal (Musnad al-Bazzar no. 3368).

Syaikh al-Albani dan Syu’aib al-Arnauth sama mendla’ifkan hadits ini karena ada rawi Salamah ibn Raja` yang diperselisihkan keterpercayaannya. Sementara al-Hafizh Ibn Hajar menilai shaduq yaghrubu (jujur tapi asing). Ibn Hibban juga mengategorikannya sebagai tsiqat dalam kitabnya ats-Tsiqat.

Kedua, A. Hassan dalam kitab Pengajaran Shalat. Menurutnya, shalat syukur disebut juga shalat al-fath (kemenangan), sebab biasa dikerjakan ketika menang dalam perang mengalahkan musuh. Jumlah raka’atnya 8 raka’at. Bisa dengan sekali salam atau dua raka’at-dua raka’at empat kali. Dalilnya adalah hadits tentang Nabi saw melaksanakan shalat 8 raka’at di waktu Dluha setelah menaklukkan kota Makkah.

Terkait yang dijelaskan A. Hassan tersebut, Imam Ibn Katsir membenarkannya dengan menyebutnya shalat al-fath yang juga pernah dilaksanakan oleh Sa’ad ibn Abi Waqqash ketika menaklukkan Mada`in. Ini menurutnya sebagai implementasi dari surat an-Nashr yang menitahkan tasbih, tahmid dan istighfar selepas menang dan banyak manusia yang masuk Islam.

Hemat kami, riwayat-riwayat yang disebutkan di atas bisa saling menguatkan sehingga menjadi dalil bahwa shalat syukur disyari’atkan. Jumlah raka’atnya minimal 2 raka’at, dan boleh sampai 8 raka’at. Sebaiknya dilaksanakan di waktu Dluha.

Shalat lain yang juga Nabi saw anjurkan sebagai bentuk syukur kepada Allah swt adalah shalat Dawud, yang Nabi Dawud as amalkan berdasarkan firman Allah swt: “Amalkanlah syukur hai keluarga Dawud.” (QS. Saba` [34] : 13). Shalat Dawud yang dimaksud adalah shalat malam/tahajjud sampai sepertiga malam/+ 3 jam:

أَحَبُّ الصَّلَاةِ إِلَى اللَّهِ صَلَاةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام وَأَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَكَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَيَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

Shalat yang paling Allah cintai adalah shalatnya Nabi Dawud as dan shaum (puasa) yang paling Allah cintai adalah shaumnya Nabi Dawud as. Nabi Dawud as tidur hingga pertengahan malam lalu shalat pada sepertiganya kemudian tidur kembali pada seperenam akhir malamnya. Dan Nabi Daud as shaum sehari dan berbuka sehari (Shahih al-Bukhari kitab ­at-tahajjud bab man nama ‘indas-sahar no. 1131; Shahih Muslim kitab as-shiyam bab an-nahy ‘an shaumid-dahr li man tadlarrara bihi no. 2796-2797).

Wal-‘Llahu a’lam