Home > Konsultasi Islam > Shalat > Shalat Hajat

Shalat Hajat

Shalat Hajat

Bismillah, bagaimana kedudukan shalat hajat. Apakah sunnah atau bidah? 0818227xxx

Shalat hajat adalah shalat yang dilaksanakan ketika seseorang mempunyai keperluan tertentu. Jika yang dimaksud adalah shalat dua raka’at dengan do’a tertentu, maka sepengetahuan kami, haditsnya dla’if.

مَنْ كَانَتْ لَهُ إِلَى اللَّهِ حَاجَةٌ، أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُحْسِنِ الْوُضُوءَ، ثُمَّ لِيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ لِيُثْنِ عَلَى اللَّهِ، وَلْيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ، ثُمَّ لِيَقُلْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الحَلِيمُ الكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيمِ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Siapa yang mempunyai kebutuhan kepada Allah atau kepada seseorang anak Adam, hendaklah ia berwudlu dan baikkanlah wudlunya. Kemudian shalat dua rakaat, kemudian pujilah Allah dan bershalawatlah kepada Nabi saw. Kemudian ucapkanlah: La ilaha illallah…(tiada tuhan selain Allah Maha Penyantun lagi Mulia, Mahasuci Allah Rabb arasy yang agung, segala puji bagi Allah Rabb sekalian alam. Aku mohon kepadamu kepastian rahmat-Mu, ampunan-Mu, kecukupan dalam setiap kebaikan, keterbebasan dari setiap dosa, janganlah Engkau tinggalkan satu dosa pun kecuali Engkau ampuni, kesempitan kecuali Engkau lapangkan, dan satu kebutuhan yang Kau ridlai kecuali Engkau tentukan, wahai Yang Paling Penyayang dari sekian penyayang (Sunan at-Tirmidzi bab ma ja`a fi shalatil-hajat no. 479).

Imam at-Tirmidzi berkata: “Ini hadits asing, sanadnya dipermasalahkan, Fa`id ibn Abdirrahman dinilai dlaif dalam meriwayatkan hadits.” al-Hafizh Ibn Hajar dan adz-Dzahabi menilai rawi tersebut matruk; pendusta.

Akan tetapi jika seseorang ada keperluan lalu ia shalat secara muthlaq (tanpa terikat dengan aturan bacaan atau waktu yang khusus, melainkan normal seperti shalat lainnya) dua raka’at, dengan tujuan meminta pertolongan kepada Allah swt, maka ini dianjurkan berdasarkan dalil-dalil berikut:

وَٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلۡخَٰشِعِينَ ٤٥

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk (QS. al-Baqarah [2] : 45. Ayat semakna ada juga di ayat 153).

عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ: كَانَ النَّبِىُّ إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلَّى.

Hudzaifah berkata: “Nabi saw apabila ada satu urusan yang memberatkannya, beliau shalat (Sunan Abi Dawud bab waqti qiyamin-Nabi saw minal-lail no. 1321. Al-Albani: Hadits shahih).

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ نُعي إِلَيْهِ أَخُوهُ قُثَم وَهُوَ فِي سَفَرٍ فَاسْتَرْجَعَ، ثُمَّ تنحَّى عَنِ الطَّرِيقِ، فَأَنَاخَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ أَطَالَ فِيهِمَا الْجُلُوسَ، ثُمَّ قَامَ يَمْشِي إِلَى رَاحِلَتِهِ وَهُوَ يَقُولُ: {وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ}

Dari ‘Abdurrahman, bahwasanya Ibn ‘Abbas diberitahu kematian saudaranya, Qutsam, ketika ia dalam perjalanan. Ibn ‘Abbas lalu istirja (mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi rajiun), kemudian menjauh dari jalan, memarkirkan untanya, lalu shalat dua raka’at dengan memanjangkan duduk. Beliau kemudian berdiri dan melanjutkan lagi perjalanan naik unta sambil membaca: wa-stainu bis-shabri was-shalah, wa innaha la kabiratun illa alal-khasyiin (Tafsir at-Thabari.  Ahmad Syakir: Sanad shahih).

Yang lebih dianjurkan lagi, shalat untuk memohon pertolongan itu melalui shalat malam (QS. al-Isra` [17] : 76-79, al-Muzzammil [73] : 1-10).

 

RALAT:

Dalam istifta edisi 11 November 2016 ada baris pertama tulisan arab dari hadits terakhir yang terbuang. Seharusnya:

تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِى كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلاَّ عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ اتْرُكُوا – أَوِ ارْكُوا – هَذَيْنِ حَتَّى يَفِيئَا