Home > Konsultasi Islam > Keluarga > Meruqyah Tempat Yang Dikuasai Jin atau Penyakit

Meruqyah Tempat Yang Dikuasai Jin atau Penyakit

Meruqyah Tempat Yang Dikuasai Jin atau Penyakit

Ustadz bagaimana hukumnya meruqyah tempat yang dikuasai jin atau penyakit? Seperti membaca al-Fatihah pada segelas air kemudian memercikkannya ke tempat tersebut. Apakah disyari’atkan? 08969313xxxx

Sepengetahuan kami, apa yang anda tanyakan tidak disyari’atkan. Terkecuali jika ada pembaca yang mengetahui dalil syar’inya, silahkan beritahu kami lengkap dengan rujukannya.

Akan tetapi memang berdasarkan pembacaan kami terhadap kitab-kitab ruqyah (jampi syar’i) seperti yang ditulis al-Qahthani, al-‘Ilaj bir-Ruqa minal-Kitab was-Sunnah atau oleh Syaikh Ibn Baz, ar-Ruqa wa Ahkamuha, banyak ditemukan fatwa para ulama salaf yang membolehkan meruqyah dengan air yang sudah dibacakan al-Fatihah atau do’a-do’a tertentu yang disyari’atkan. Dalil-dalilnya adalah dalil-dalil umum tentang al-Qur`an sebagai syifa` (obat) dan hadits-hadits yang menjelaskan al-Fatihah, ayat kursi, al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas sebagai bacaan ruqyah. Namun tetap kami belum menemukan keterangan atau fatwa ulama tentang bolehnya meruqyah tempat seperti yang anda tanyakan.

Hemat kami apa yang diajarkan Nabi saw tentu lebih baik dan lebih dari cukup. Misalnya Nabi saw mengajarkan:

مَنْ نَزَلَ مَنْزِلاً ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. لَمْ يَضُرُّهُ شَىْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ

Siapa yang singgah di suatu tempat, kemudian membaca: A’UDZU BI KALIMATIL-‘LLAHIT-TAMMAH MIN SYARRI MA KHALAQ; aku berlindung dengan kalimah-kalimah Allah yang sempurna dari kejahatan yang Dia ciptakan, tidak akan membahayakannya sesuatu apapun sampai ia berangkat dari tempat tersebut (Shahih Muslim bab fit-ta’awwudz min su`il-qadla no. 7053).

Bacaan do’a/ruqyah ini juga pernah Nabi saw ajarkan kepada seorang shahabat yang dipatuk kalajengking sampai ia tidak bisa tidur semalaman. Nabi saw mengajarkannya untuk membaca do’a/ruqyah di atas setiap sore agar tidak dicelakai oleh apapun (Shahih Muslim bab fit-ta’awwudz min su`il-qadla no. 7055).

Dalam riwayat lain Nabi saw membenarkan bahwa ayat kursi yang dibaca sebelum tidur bisa menjaga diri dari gangguan setan:

إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ لَنْ يَزَالَ مَعَكَ مِنْ اللَّهِ حَافِظٌ وَلَا يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ

Jika kamu naik ke tempat tidurmu, bacalah ayat kursi, maka pasti akan selalu ada panjaga dari Allah yang menemanimu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi (Shahih al-Bukhari bab fadlli surah al-Baqarah no. 5010)

Dalam riwayat lain Nabi saw mengajarkan untuk membaca al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas setiap pagi dan sore:

قُلْ: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَالمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِي وَتُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ

Bacalah: (surat) Qul huwal-‘Llahu ahad dan dua surat yang minta perlindungan (al-Falaq dan an-Nas) setiap masuk waktu sore dan pagi, tiga kali. Itu cukup menyelematkanmu dari semua bahaya (Sunan at-Tirmidzi abwab ad-da’awat no. 3575. Al-Albani: Hadits hasan).

Demikian halnya ruqyah dengan al-Fatihah. Sebagaimana diinformasikan oleh Abu Sa’id al-Khudri, seorang shahabat pernah meruqyah seorang tokoh Arab yang dipatuk ular dengan membaca al-Fatihah lalu memercikkan sedikit ludah dan mengusapkannya pada badan yang sakit. Ia pun mendapatkan hadiah 30 ekor kambing. Tetapi ia tidak mengambilnya dahulu sampai melaporkannya kepada Nabi saw. Beliau saw kemudian bersabda kepadanya:

وَمَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ خُذُوهَا وَاضْرِبُوا لِي بِسَهْمٍ

Dari mana kamu tahu bahwa al-Fatihah itu ruqyah? Silahkan ambil dan beri aku satu bagian (Shahih al-Bukhari bab ar-ruqa bi fatihatil-kitab no. 5736).

Wal-‘Llahu a’lam