Home > Konsultasi Islam > Shalat > Mengusap Lengan Baju ketika Wudlu

Mengusap Lengan Baju ketika Wudlu

Mengusap-Lengan-Baju-ketika-Wudlu

Kalau ketika wudlu ternyata lengan baju kekecilan, bolehkah diusap lengan baju tersebut seperti halnya mengusap kerudung atau bagian atas sepatu? 0812213xxxx

Ketentuan bolehnya mengusap pakaian yang menutupi anggota wudlu itu hanya untuk penutup kepala dan sepatu. Untuk pakaian yang menutupi lengan dan wajah (seperti cadar) tidak boleh. Pakaian tersebut harus dibuka.

عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ… فَأَتَيْتُهُ بِمَطْهَرَةٍ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ وَوَجْهَهُ ثُمَّ ذَهَبَ يَحْسِرُ عَنْ ذِرَاعَيْهِ فَضَاقَ كُمُّ الْجُبَّةِ فَأَخْرَجَ يَدَهُ مِنْ تَحْتِ الْجُبَّةِ وَأَلْقَى الْجُبَّةَ عَلَى مَنْكِبَيْهِ وَغَسَلَ ذِرَاعَيْهِ وَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ وَعَلَى الْعِمَامَةِ وَعَلَى خُفَّيْهِ

Dari al-Mughirah ibn Syu’bah, ia berkata: “…Saya membawakan Nabi saw wadah air untuk bersuci. Beliau lalu mencuci kedua telapak tangannya dan wajahnya. Kemudian menyingkapkan lengan baju dari kedua lengannya. Tetapi rupanya terlalu kecil, sehingga beliau mengeluarkan lengannya dari bawah mantelnya dan menyimpan mantel di pundaknya. Beliau lalu mencuci kedua lengannya, dan membasuh bagian depan kepalanya, sorban dan bagian atas kedua sepatunya.” (Shahih Muslim kitab at-thaharah bab al-mashi ‘alan-nashiyah wal-‘imamah no. 656).

Terlihat jelas dari hadits di atas, ketika hendak membasuh kepala dan kaki, Nabi saw mengusap sorban, sebagian kepalanya dan bagian atas sepatunya. Tetapi ketika hendak mencuci tangan yang tertutupi mantelnya, Nabi saw melepaskannya terlebih dahulu. Ini menunjukkan bahwa mengusap lengan baju tidak boleh. Kecuali tentunya jika dlarurat seperti akan tersingkap aurat jika harus melepas baju sementara tempat wudlu tidak tertutup. Hanya dlarurat itu berlaku sekali saja, tidak boleh diulangi.

Untuk kerudung yang menutupi sebagian wajah perempuan, hemat kami sebaiknya dilonggarkan pengikatnya terlebih dahulu agar wajah tercuci, meski ada yang membolehkan mengusap kerudung tersebut karena termasuk bagian penutup kepala seperti sorban dalam hadits di atas. Wal-‘Llahu a’lam.