Ibadah

Jangan Pasrah Masuk Neraka

Jangan Pasrah Masuk Neraka

Raja dan khauf adalah ajaran pokok dalam Islam. Raja (berharap besar dan opitimis) bisa meraih surga dan khauf (merasa takut) dari masuk neraka. Sebab bahagia adalah cita-cita semua manusia dan itu puncaknya adalah surga. Neraka juga tempat yang sangat menyengsarakan dan menyiksa, tak ada waktu barang sedetik pun untuk rehat dari siksa. Jika di dunia kepedihan hidup bisa berakhir dengan mati, maka siksa neraka tidak akan ada matinya. La yamutu fiha wa la yahya; mati tidak hidup pun bukan. Pantaskah pasrah begitu saja masuk neraka?

Pedihnya siksa neraka sehingga diungkapkan dengan la yamutu fiha wa la yahya disebutkan Allah swt dalam QS. Thaha [20] : 74 dan al-A’la [87] : 13. Dalam ayat lain Allah swt mengingatkan dengan ungkapan lain:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لَا يُقْضَى عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ مِنْ عَذَابِهَا  كَذَلِكَ نَجْزِي كُلَّ كَفُورٍ٣٦ وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ  أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ  فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ٣٧

Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka adzabnya. Demikianlah kami membalas setiap orang yang sangat kafir. Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang shaleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (adzab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zhalim seorang penolong pun (QS. Fathir [35] : 36).

Siksa neraka tidak ada rehatnya sama sekali (QS. Ghafir [40] : 49-50). Yang ada terus bertambah setiap detiknya.

فَذُوقُوا فَلَنْ نَزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا٣٠

Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada adzab (QS. An-Naba` [78] : 30).

Surat al-Kahfi dan an-Nisa` menggambarkan kejamnya siksa neraka sebagai berikut:

إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا  وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ  بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا٢٩

Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang dzalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek (QS. Al-Kahfi [18] : 29).

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ  إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا٥٦

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS. An-Nisa` [4] : 56).

Sementara dalam hadits, Nabi saw di antaranya menggambarkan sebagai berikut:

نَارُكُمْ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ

Api kalian satu bagian dari 70 bagian neraka Jahannam (Shahih al-Bukhari bab shifatin-nar wa annaha makhluqah no. 6561)

إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَرَجُلٌ تُوضَعُ فِي أَخْمَصِ قَدَمَيْهِ جَمْرَةٌ يَغْلِي مِنْهَا دِمَاغُهُ

Sesungguhnya orang yang paling ringan siksanya di neraka pada hari kiamat adalah seseorang yang diletakkan di telapak kakinya satu bara api neraka tapi dari itu kemudian kepalanya mendidih (Shahih al-Bukhari bab shifatil-jannah wan-nar no. 6561)

Maka hanya orang bodoh yang pasrah begitu saja biar masuk neraka. Semestinya takut, menghindar, dan bersemangat memperbaiki diri dengan meningkatkan iman dan amal shalih, sekaligus selalu waspada dari amal-amal buruk yang akan menjerumuskan diri ke neraka. Allah swt asma-nya yang utama adalah ar-Rahman ar-Rahim. Artinya pasti akan lebih dominan sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada keputusan untuk menyiksa. Hamba yang banyak dosa sekalipun jika masih tersisa dalam hatinya harapan besar dan ketakutan dari siksa, maka rahmat Allah swt akan menyambutnya. Meski terjebak dalam dosa berulang kali, selama jalan taubat sedang ditempuhnya, maka rahmat Allah swt pasti tersaji di hadapannya, sehingga tidak akan ada keputusasaan.

وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ  إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ٨٧

Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir (QS. Yusuf [12] : 87).

قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ٥٦

Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat.” (QS. Al-Hijr [15] : 56)

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ  إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا  إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ٥٣ وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ٥٤

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang adzab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az-Zumar [39] : 53).

Wal-‘iyadzu bil-‘Llah