Home > Meraih Cinta Ilahi
Jika Benar Cinta Nabi ﷺ ke 2

Jika Benar Cinta Nabi ﷺ

Ketika ada seorang shahabat yang mengaku mencintai Nabi saw dengan sebenar-benarnya, Nabi saw memintanya untuk meninjau ulang pengakuannya. Sebabnya pengakuan cinta Nabi saw menuntut pembuktian, dan pembuktian itu tidak mustahil akan sangat berat ia jalankan. ‘Abdullah ibn Mughaffal menceritakannya sebagai berikut: عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ قَالَ: قَالَ رَجُلٌ لِلنَّبِيِّ ﷺ

Read More

Syafa’at Nabi saw untuk Penghuni Surga Terakhir (Bagian Terakhir)

Dalam kelanjutan hadits syafa’at Nabi saw pada hari hisab dimana Nabi saw berdo’a di ujung shirath untuk keselamatan umatnya, sehingga selamatlah orang-orang yang ditaqdirkan selamat, meski itu ada yang tercabik-cabik dahulu di shirath atau bahkan sempat terjatuh dahulu ke dalam neraka tetapi kemudian diselamatkan karena masih ada la ilaha illal-‘Llah

Read More

Syafa’at Nabi saw untuk Ashhabul-A’raf (Bagian Keenam)

Al-A’raf adalah bentuk jama’ dari ‘urf yang akar katanya ‘arafa-ya’rifu-ma’rifah; mengetahui atau mengenal. Makna dari al-A’raf itu sendiri adalah sebuah tempat yang tinggi. Setiap tempat yang menjulang tinggi, orang Arab menamainya ‘urf dan bentuk jama’nya a’raf. Disebut demikian karena orang yang naik ke a’raf bisa mengenali banyak orang dengan jelas

Read More

Kedahsyatan Cinta Nabi ﷺ

Seorang Arab dari pelosok pegunungan ada yang pernah datang kepada Nabi saw bertanya tentang kapan waktu pasti kiamat. Ia mengakui bahwa amalnya belum sempurna seperti yang lain, hanya ia punya modal cinta yang tulus kepada Nabi saw. عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ لِرَسُولِ اللهِ ﷺ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ لَهُ

Read More

Syafa’at Nabi saw untuk Penghuni Surga (Bagian Kelima)

Syafa’at Nabi saw untuk para penghuni surga dalam mengangkat derajat mereka ditunjukkan oleh hadits-hadits yang menerangkan keberadaan syafa’atnya di surga, atau syafa’at yang ditujukan untuk orang-orang yang jelas keshalihannya. Hadits-hadits itu menunjukkan bahwa ada pertolongan khusus dari Nabi saw untuk mereka yang shalih dengan syafa’atnya. Karena orang yang shalih penghuni

Read More

Syafa’at Nabi saw untuk Ahli Neraka (Bagian Keempat)

Syafa’at akan diberikan oleh Nabi Muhammad saw dengan izin Allah swt kepada ahli neraka. Mereka adalah kaum muslimin para pelaku dosa besar seperti berzina, membunuh, mabuk, mencuri, terlibat riba, judi, dan semacamnya. Dengan syafa’at Nabi saw tersebut, mereka dikeluarkan dari neraka dan dipindahkan ke surga. Dalam hadits Anas ibn Malik

Read More

Syafa’at Nabi saw pada Hari Hisab (Bagian Ketiga)

Syafa’at yang kedua akan diberikan kepada orang-orang tertentu sehingga mereka tidak mengalami hisab sama sekali. ثُمَّ يُقَالُ يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ سَلْ تُعْطَهْ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَرْفَعُ رَأْسِي فَأَقُولُ أُمَّتِي يَا رَبِّ أُمَّتِي يَا رَبِّ أُمَّتِي يَا رَبِّ فَيُقَالُ يَا مُحَمَّدُ أَدْخِلْ مِنْ أُمَّتِكَ مَنْ لَا حِسَابَ عَلَيْهِمْ مِنْ الْبَابِ الْأَيْمَنِ مِنْ

Read More

Ragam Syafa’at Nabi saw

Syafa’at makna asalnya “menghimpun sesuatu pada yang sejenisnya” (dlammus-syai`i ila mitslihi), demikian ‘Allamah ar-Raghib al-Ashfahani menjelaskan dalam kitab Mufradat al-Qur`annya. Dari makna ini kemudian ada turunan makna “genap” (as-syaf’) sebagai kebalikan dari “ganjil” (watr/witir) karena genap menunjukkan makna memasukkan sesuatu pada yang sejenis agar genap. Bangsa Arab memakai istilah syafa’at

Read More
Al-Muqsith Semakin Langka

Al-Muqsith Semakin Langka

Di tengah-tengah zaman yang serba materialistis seperti saat ini, hampir setiap orang berinteraksi dengan dasar “kepentingan”, bukan “kelayakan” atau “kebenaran”. Orang yang selalu berkata dan bersikap benar, cenderung dijauhi bahkan dimusuhi. Orang-orang yang layak memegang satu amanah tidak pernah diakrabi. Pola interaksi seperti ini hanya mengundang murka Allah swt. ‘Allamah ar-Raghib

Read More